Ikhlas Kehilangan
Ikhlas adalah rela sepenuh hati untuk melepaskan sesuatu yang sangat berarti bagi kita. Ikhlas bukan berarti menyerah, tapi lebih berdamai pada suatu keadaan dan situasi yang diharapkan akan membawa kebahagiaan bagi diri kita dan orang lain. Tapi ini hanya salah satu dari sekian banyak definisi tentang ikhlas. Menjalankannya tak semudah mendifinisikannya.
Sering saya bertanya pada diri sendiri, mengapa sangat sulit mengapklikasikan satu kata ini dalam kehidupan., ya ikhlas satu kata yang sulit untuk dilakukan.
Keikhlasan itu akan dipertanyakan manakala kita dihadapkan dengan keadaan yang bertolak belakang dengan harapan kita. Misalnya kesakitan, kenistaan, kejelekan, kemalangan, penolakan, kehilangan, dsb. Keadaan dimana sebenarnya sangat tidak kita harapkan hal itu terjadi. Bahkan kalau memungkinkan, kita sangat ingin untuk menolaknya. Hingga ada peribahasa , “andai saja waktu bisa diputar kembali”. Peribahasa itu ada benarnya juga. Memang, bila waktu bisa diputar kembali, tentu kita akan menghindari hal “jelek-jelek” dalam perjalanan hidup kita ini, dan hanya mengambil yang baik-baiknya saja. Dan memang itulah hakikat hidup manusia, cenderung menginginkan segala yang baik-baik saja. Dan kalau bisa, mungkin setiap manusia ingin bisa mengatur sendiri seluruh kehidupannya, jadi ia bisa terlepas dari segala hal yang jelek
Pernah kehilangan kerabat, sahabat, kesempatan atau barang ? Tentu rasanya sakit , dan tidak rela, yang sesaat muncul ketika kehilangan terjadi..Ingin marah, nangis . Tidak ada lagi yang bisa di lakukan kecuali “ ikhlas “, dan ini nasehat yang selalu kita dengar dari orang – orang disekitar kita
Rasa penyesalan & kesedihan selalu mengiringi proses yang namanya kehilangan.
Seberapa lama kita menyesal dan seberapa dalam rasa sakit kita bisa menjadi salah satu tolok ukur tingkat keikhlasan kita atas kehilangan tersebut.
Bila kita masih membanding – bandingkan sesutau yang sudah hilang dengan pengganti sesuatu yang hilang berarti kita belum “ ikhlas “, untuk kehilangan.
Bila kita masih berharap sesuatu yang hilang suatu saat akan kembali, sekali lagi ini menandakan bahwa kita memang belum benar – benar “ ikhlas “.
Susah ternyata untuk “ ikhlas “ bila harus kembali mengingat kata “ kehilangan “.Ikhlas berarti bila kita sudah benar – benar bisa melupakan sesuatu yang hilang dari hidup kita dan rela atasnya .
Tapi bila saja masih berharap sesuatu yang hilang akan kembali,dan rasa sedih selalu muncul apakah ini bisa disebut “ ikhlas “ ???

2 comments:
ikhlas adalah ridho terhadap semua ketetapan Alloh yg berlaku pddri kit, karena apapun keadaannya jika kita ikhlas menerimanya akan menjadi ladang amal soleh bagi kita
He he..mang ga gampang untuk iklas lho..kadang harus melalui waktu yang panjang baru kita bisa meng'iklas'kan, tapi walaupun demikian tetep..harus dicoba..itung2 melatih kesabaran..ya gak prenzz..
Post a Comment